H. Idik Sulaeman, AT, Selamat Jalan ayahanda

brigaspad media, Bagi kalangan aktivis Paskibra, khususnya para anggota Paskibraka pastilah nama H. Idik Sulaeman Nataatmaja, AT sangatlah dikenal. Bagaimana tidak, karena beliaulah nama Paskibraka ada dan terus berkembang, dan berdampak bermunculannya paskibra sekolah. Beliau menoreh sejarah pembentukan paskibraka. Sehingga ketika Berita wafatnya beliau, seluruh paskibra dan Paskibraka di seluruh Indonesia turut merasakan duka yang mendalam.

Tokoh yang sangat berjasa atas terbentuknya Paskibraka dan juga pencipta seragam sekolah SD, SMP dan SMA serta lambang OSIS ini meninggal hari kamis, 08:45 di rumah sakit Siloam, karena stroke. Menurut Tia, putri almarhum.

(alm) H. Idik Sulaeman, AT
Berikut biografi singkat mengenai H. Idik Sulaeman, AT yang bersumber pada wikipedia.org
H. Idik Sulaeman Nataatmadja, AT (lahir di Kuningan, Jawa Barat, Indonesia, 20 Juli 1933; umur 79 tahun; biasa dipanggil dengan Idik Sulaeman) adalah pencetus nama PASKIBRAKA. Adik didik Husein Mutahar di kepanduan ini jugalah yang menyempurnakan seluruh kelengkapan Paskibraka sebagai sebuah Korps, mulai dari sistem/metode pelatihan, silabus, atribut dan kelengkapannya.

Idik menghabiskan masa kecil di daerah kelahirannya, sampai tamat SMP di Purwakarta dan pindah ke Jakarta saat masuk SMA. Sejak kecil, jiwa seni sudah terlihat dalam dirinya. Tak heran bila setamat SMA Idik memilih seni rupa sebagai pilihan profesinya dengan menamatkan pendidikan sebagai sarjana seni rupa di Departemen Ilmu Teknik Institut Teknologi Bandung ITB pada 9 April 1960.

Idik Sulaeman memulai kariernya di Balai Penelitian Tekstil (1960-1964). Pada 1 Februari 1965 ia diangkat menjadi Kepala Biro Menteri Perindustrian dan Kerajinan yang saat itu dijabat Mayjen TNI dr. Azis Saleh.

Dunia seni dan tekstil harus ditinggalkan ketika Idik pindah kerja ke Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (Depdikbud), sebagai Kepala Dinas Pengembangan dan Latihan pada 1 Desember 1967. Saat inilah, ia banyak membantu Husein Mutahar dalam mewujudkan gagasannya membentuk Paskibraka.

Bersama dengan para pembina lainnya, Idik membantu Mutahar menyempurnakan konsep pembinaan Paskibraka. Pasukan yang pada tahun 1966 dan 1967 diberi nama Pasukan Pengerek Bendera Pusaka, pada tahun 1973 mendapat nama baru yang dilontarkan oleh Idik. Nama itu adalah PASKIBRAKA, yang merupakan akronim dengan kepanjangan PASuKan PengIBar BendeRA PusaKA.

Selain memberi nama, Idik juga menyempurnakan wujud Paskibraka dengan menciptakan Seragam Paskibraka, Lambang Korps, Lambang Anggota, serta Tanda Pengukuhan berupa Lencana Merah-Putih Garuda (MPG) dan Kendit Kecakapan.

Pada 30 Juni 1975, ia diangkat menjadi Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Pembinaan Kegiatan di Direktorat Pembinaan Generasi Muda (Ditbinmud). Pada 9 Maret 1977, ia mencapai posisi puncak di Ditbinmud setelah ditunjuk sebagai Pelaksana Harian Direktur Pembinaan Generasi Muda, Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Olahraga (Ditjen PLSOR). Tiga tahun penuh ia benar-benar menjadi ”komandan” dalam latihan Paskibraka, yakni Paskibraka 1977, 1978 dan 1979.

Pada 24 November 1979, Idik ditarik ke Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Dikdasmen) dan menjabat Direktur Pembinaan Kesiswaan sampai 15 November 1983. Selama empat tahun itu, dengan latar belakang pendidikan seni rupa dan pengalaman kerja di bidang tekstil, Idik mencatat sejarah dalam penciptaan seragam sekolah yang kita kenal sampai sekarang: SD putih-merah, SMP putih-biru dan SMA putih-abu-abu, lengkap dengan lambang sekolah dasar (SD) dan OSIS yang kini selalu melekat di saku kiri seragam sekolah.

Idik menikah dengan Aisah Martalogawa pada 29 Oktober 1961, Idik dikaruniai tiga anak, yakni Ir. Ars Isandra Matin Ahmad (yang beristrikan Ir.ars Retno Audite), Isantia Dita Asiah (yang bersuamikan Drs. Mohammad Imam Hidayat), dan Dra Isanilda Dea Latifah yang bersuamikan Ari Reza Iskandar). Dari ketiganya, Idik memiliki enam orang cucu, masing-masing 3 cucu laki-laki dan 3 cucu perempuan.


Profile Paskibra Garuda 1 SMA 1 Citeureup

beranda-brigaspad,



Sejarah GARUDA 1
PASKIBRA GARUDA 1 berdiri pada tanggal 26 November 1996. Pada awalnya PASKIBRA GARUDA 1 hanya bernama PASKIBRA saja karena masih menyatu di bawah naungan SMA Negeri 1 Cibinong. Pada saat itu anggota PASKIBRA GARUDA 1 mempunyai keinginan untuk memisahkan diri dari PASKIBRA SMA Negeri 1 Cibinong. Pada akhirnya keinginan tersebut berhasil diwujudkan oleh Pembina Pertama PASKIBRA GARUDA 1 yaitu Bapak Asep Anwar S.Pd.

Pada tahun 1998 SMA Negeri 1 Citeureup menempati gedung baru, seiring dengan hal tersebut, PASKIBRA SMA Negeri 1 Citeureup memisahkan diri dari SMA Negeri 1 Cibinong dan kemudian membentuk PASKIBRA GARUDA 1 yang dibentuk oleh anggota PASKIBRA, PURNA PASKIBRA, dan Bapak Asep Anwar, S.Pd. kemudian disahkan oleh sekolah.

Kegiatan-kegiatan PASKIBRA GARUDA 1 pun cukup banyak salah satunya ivent terbesar yang sudah menjadi kegiatan yang dinantikan oleh banyak orang yaitu Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris yang pernah diselenggarakan pada tahun 1999 dan sampai sekarang pun kegiatan tersebut semakin berkembang.

Visi, Misi, dan Tujuan
Visi Garuda 1 sebagai ekstrakurikuler yang berkembang sesuai dengan latar belakang sejarahnya adalah menghasilkan anggota yang memiliki sikap disiplin dan tanggung jawab yang tinggi sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan organisasi.

Misi Garuda 1 adalah membina dan mengembangkan:

  • Ilmu dan kemampuan cara berfikir dalam mengambil tindakan serta mengambil langkah di bidang organisasi.
  • Tenaga profesional dalam bekerja mengembangkan organisasi guna menghadapi tantangan dalam organisasi.
  • Berbagai bentuk pengabdian kepada sekolah dibidang ekstrakurikuler yang berdaya guna dan berhasil guna, sehingga dapat mengharumkan citra SMA Negeri 1 Citereuup.
Tujuan Garuda 1 dalam usaha meningkatkan tugas pokok organisasi adalah:
  • Menanamkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,
  • Menanamkan rasa cinta dan setia pada tanah air,
  • Menanamkan rasa percaya pada diri sendiri, tanggung jawab, dan disiplin,
  • Memberi kebebasan kepada anggota untuk belajar: memimpin dan dipimpin, mengelola suatu kegiatan, bertanggungjawab, mengatur diri sendiri, kerja sama, disiplin, dan lain-lain,
  • Mendalami ilmu dan kemampuan nonkependidikan, yang menjadi komponen pokok penyelenggaraan pendidikan di sekolah,
  • Menghasilkan anggota yang memiliki kemampuan dalam menunjang bakat serta kemampuan di organisasi PASKIBRA GARUDA 1.

Motto Garuda 1
“BERSAMA MENGAPAI CITA-CITA”